Jakarta, 29 Januari 2026 – Sejumlah titik di Jalan Daan Mogot masih mengalami genangan air akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Barat sejak pagi. Genangan air tersebut menyebabkan arus lalu lintas terhambat, sehingga kendaraan terjebak kemacetan panjang, khususnya di sekitar perempatan dan akses masuk tol.
Titik-Titik Genangan Jalan Daan Mogot
Beberapa titik rawan genangan di Jalan Daan Mogot antara lain:
-
Perempatan Grogol
-
Sekitar pintu masuk tol Meruya
-
Dekat Stasiun Tanjung Duren
-
Wilayah Kalideres
Di lokasi-lokasi ini, kendaraan harus melaju perlahan untuk menghindari risiko selip dan kerusakan kendaraan akibat menerobos air.
Langkah Penanganan Jalan Daan Mogot
Dinas Perhubungan dan BPBD Jakarta Barat telah menurunkan pompa air dan menyiagakan petugas untuk mengatur lalu lintas. Selain itu, pihak kepolisian juga memberikan imbauan untuk menghindari jalan yang tergenang dan memanfaatkan jalur alternatif.
Tips Untuk Pengendara
-
Hindari melaju di genangan tinggi – Air bisa merusak mesin dan komponen kendaraan.
-
Gunakan jalur alternatif – Misalnya Jalan Panjang, Meruya, atau tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).
-
Pantau informasi lalu lintas real-time – Media sosial kepolisian dan aplikasi navigasi bisa membantu.
Penyebab Genangan Air Jalan Daan Mogot
Genangan air di Jalan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama:
-
Curah hujan tinggi: Hujan deras dalam waktu singkat menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air secara optimal.
-
Sistem drainase yang tersumbat: Sampah dan sedimentasi menghalangi aliran air sehingga memperlambat proses pengeringan jalan.
-
Topografi rendah: Beberapa titik jalan berada di area yang lebih rendah sehingga air mudah menggenang.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Barat, pihaknya telah menurunkan pompa penyedot air di lokasi rawan genangan, namun proses pengeringan membutuhkan waktu karena volume air yang cukup besar.
Dampak Terhadap Lalu Lintas Jalan Daan Mogot
Akibat genangan, kendaraan yang melewati Jalan Daan Mogot mengalami keterlambatan signifikan. Beberapa dampak yang terlihat:
-
Kemacetan panjang: Kendaraan roda empat dan roda dua harus bergerak perlahan di titik genangan.
-
Perlambatan transportasi publik: Bus dan angkot yang melintas juga ikut tersendat sehingga penumpang mengalami keterlambatan.
-
Risiko kecelakaan: Jalan licin dan genangan air meningkatkan risiko selip, terutama bagi kendaraan roda dua.
Pihak kepolisian telah menyiagakan personel untuk mengatur arus lalu lintas, serta memberikan imbauan agar pengendara berhati-hati dan menggunakan jalur alternatif bila memungkinkan.
Saran Pengendara
-
Gunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
-
Hindari menerobos genangan air yang cukup tinggi untuk mencegah kerusakan kendaraan.
-
Patuh pada arahan petugas lalu lintas dan ikuti informasi terbaru melalui media sosial resmi kepolisian atau Dinas Perhubungan.
FAQ
1. Seberapa tinggi genangan di Jalan Daan Mogot saat ini?
Genangan bervariasi antara 10–40 cm di beberapa titik, terutama dekat perempatan dan pintu masuk tol.
2. Apakah transportasi umum tetap beroperasi?
Ya, tetapi beberapa rute mengalami keterlambatan dan pengalihan jalur sementara.
3. Kapan genangan diperkirakan surut?
BPBD memperkirakan genangan dapat surut dalam beberapa jam jika hujan berhenti dan pompa bekerja optimal.
4. Apakah ada jalur alternatif untuk menghindari kemacetan?
Pengendara disarankan melalui Jalan Meruya Selatan, Jalan Panjang, atau jalur tol terdekat jika memungkinkan.
Kesimpulan
Genangan air di Jalan Daan Mogot menimbulkan kemacetan panjang dan potensi risiko bagi pengendara. Penyebab utamanya adalah curah hujan tinggi, drainase tersumbat, dan topografi rendah. Pengendara dianjurkan untuk berhati-hati, menggunakan jalur alternatif, serta memantau informasi resmi untuk menghindari keterlambatan atau kecelakaan. Pihak terkait terus bekerja menormalkan kondisi agar arus lalu lintas kembali lancar.





