Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi lonjakan besar kasus WNI yang terlibat dalam sindikat penipuan daring (online scam) di Kamboja. Banyak WNI yang awalnya tertarik dengan janji pekerjaan bergaji tinggi, tetapi ternyata terjebak dalam jaringan yang memaksa mereka menjalankan kegiatan penipuan online.
Pada awal Januari 2026, ribuan WNI yang berhasil keluar dari sindikat scam melapor ke KBRI Phnom Penh — lembaga diplomatik Indonesia di Kamboja — untuk meminta bantuan kepulangan. Sekira 1.440 WNI tiba di KBRI dalam lima hari saja setelah operasi penertiban oleh otoritas Kamboja di mulai.
Bagaimana Modusnya Kasus WNI?
Para korban biasanya di janjikan pekerjaan sebagai operator komputer, customer service, atau pekerjaan “profesional” lainnya dengan gaji menjanjikan yang di bayar dalam mata uang asing. Namun setibanya di Kamboja, mereka menemukan:
-
Paspor dan dokumen di sita.
-
Mereka di tempatkan di lokasi yang tertutup (sering disebut “scam compound”).
-
Di beri target penipuan online (misalnya romance scam atau penipuan investasi).
-
Jika target tidak tercapai, ada tekanan psikologis, dan dalam beberapa laporan ada tuduhan pelecehan atau penyiksaan, meskipun detail kasus individu perlu di verifikasi.
Kasus ini juga masuk dalam kategori pekerjaan ilegal dan rawan tindak pidana perdagangan orang (human trafficking) karena korban sering tidak mengetahui kondisi sebenarnya sampai terjebak di lokasi penipuan tersebut.
Upaya Pemerintah Indonesia Terhadap WNI
-
KBRI Phnom Penh terus menerima laporan dari WNI yang keluar dari lokasi scam dan menyediakan pendataan serta pendampingan.
-
Proses pembuatan dokumen perjalanan darurat (SPLP) tengah dilakukan agar WNI dapat pulang ke Indonesia.
-
Pemerintah Indonesia (melalui KP2MI dan Kementerian Luar Negeri) menegaskan perlindungan dan koordinasi dengan pemerintah Kamboja agar pemulangan berjalan aman dan tertib.
-
Polisi Indonesia juga menangani kasus repatriasi WNI yang menjadi korban human trafficking dan menyelidiki jaringan perekrutnya.
FAQ – Korban Atau Scamer
1. Apakah WNI yang terjebak scam selalu menjadi pelaku penipuan?
Tidak semua WNI yang terlibat di anggap sebagai pelaku penipuan secara sengaja. Banyak dari mereka adalah korban penipuan dan human trafficking, yang awalnya di tawari pekerjaan biasa sebelum di seret ke operasi scam yang bertentangan dengan hukum.
2. Berapa banyak WNI yang sudah terlibat?
Data terbaru menunjukkan bahwa ratusan hingga ribuan WNI telah melapor ke KBRI Phnom Penh setelah keluar dari sindikat scam. Angka pelaporan terbaru mencapai lebih dari 1.400 WNI dalam beberapa hari saja pada Januari 2026, sementara sepanjang 2025 ratusan lainnya juga tercatat.
3. Apakah kasus ini ilegal?
Ya. Banyak dari situ operasi scam ini tidak sesuai hukum Kamboja maupun hukum internasional, terutama karena melibatkan perekrutan ilegal dan perebutan paspor. Kamboja dan negara lain sekarang sedang menindak pusat-pusat scam ini.
4. Apa yang harus dilakukan WNI yang masih di Kamboja dan merasa terjebak?
WNI yang masih di Kamboja dan merasa terancam atau terjebak di sarankan segera menghubungi KBRI Phnom Penh atau pihak berwenang konsuler Indonesia untuk mendapatkan bantuan hukum, dokumen perjalanan, dan bantuan pulang.
5. Bagaimana cara mencegah agar tidak terperangkap?
-
Hati-hati dengan tawaran pekerjaan dari sumber yang tidak jelas.
-
Selalu cek keabsahan perusahaan dan pekerjaan yang di tawarkan.
-
Jangan memberikan paspor atau dokumen pribadi kepada perekrut yang tidak resmi.
-
Jangan tergiur iming-iming gaji tinggi tanpa informasi yang transparan.
Kesimpulan
Isu WNI yang terjerat situs scam di Kamboja merupakan perkara kompleks yang berkaitan dengan penipuan pekerjaan, perdagangan orang, dan jaringan kriminal lintas negara. Pemerintah Indonesia aktif menangani kasus ini melalui KBRI, polisi, dan lembaga pelindungan pekerja migran untuk membantu korban pulang dengan aman.





